Posted by: herrybudiman | May 12, 2010

Pengajar sesat

Pengajar  sesat

Nats/Firman : II Tim 2: 14 – 26

2:14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.

2:15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.

2:16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.

2:17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus,

2:18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.

2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”

2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,

2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Saudara2 yg terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,

“Jika kita punya hobby hiking/naik gunung atau menyusuri jalan setapak di hutan; kemudian mencoba menyusuri suatu jalan untuk menuju kesuatu tempat, puncak gunung maka perjalanan yang terbaik adalah pergi berkelompok kecil terdiri dari minimal 3 (tiga) orang;

Saat menyusuri jalan setapak, setiap mengalami atau mendapati suatu jalan yang menyimpang (simpangan) maka nasehat yang harus ditaati adalah membuat tanda pada jalan itu,

Atau jika mencoba menembus belukar, kemudian membuat jalan baru, maka juga harus membuat suatu tanda pada jalan yang dilalui, pendek kata, sebaiknya seringlah membuat tanda2 khusus pada jalan-jalan yang di lalui, hal ini menjadi suatu ketentuan umum yang harus ditaati/dipatuhi supaya perjalanan pergi/naik dan kembali /turun, tidak akan tersesat.

Kerepotan muncul dikala pada saat pergi/naik gunung, kemudian turun menghadapi cuaca yang buruk; maka tanda2 itu dapat terhapus atau hilang dan kemungkinan akan membuat orang tersesat.

  1. Ayat 14-16:

Dalam firman Tuhan itu kita dapati  kata yang berbunyi: ‘bersilat kata atau omongan yang kosong’; kata ini mengandung pengertian negative atau cenderung kearah negative.

Bersilat kata , menunjuk pada suatu kondisi adanya perdebatan yang ditunjukkan oleh suatu pribadi yang senang memperdebatkan sesuatu atau mempertahankan suatu pendapat tapi ngotot cenderung kearah ‘pokoke’ atau, berbelit-belit dan berargument tapi tak beraturan, tak di dukung data/fakta yang jelas/tegas (bagaikan org yang sedang bermain silat, menggunakan gerakan-2 yang kadang sebetulnya tidak perlu, tapi dipakai untuk menarik perhatian lawan).

Omongan kosong; sebagai menyampaikan maksud dalam pembicaraan tanpa makna tapi lebih sekedar untuk memuaskan hati;

Hal ini sering terjadi dalam suatu perbincangan kelompok kecil, berbincang-bincang membicarakan sesuatu , contoh: mengkritisi kebijakan pemerintah, dinegeri tercinta ini, tapi tdk memberikan solusi jalan keluarnya atau meskipun sdh memberikan solusi; ya, biarkan saja solusi itu berperan dengan sendirinya; mungkin tdk hari ini merubah suasana atau suatu kondisi tertentu, melainkan hari-2 dst, mendatang perubahan itu terjadi.

Sebab meskipun suasana memberikan masukan dibentuk dalam suasana santai dan keakraban  (melucu) tanpa diselipkan pesan2 tertentu sebagai alternatif memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi maka bagikan omong kosong belaka.;

Dalam kaiatannya dengan firman Tuhan, seseorang dianjurkan tidak melakukan kedua hal itu; bersilat kata atau omong kosong, berarti seseorang dalam menyampaikan pesan-pesan firman Tuhan, harus menjauhi suasana pelayanan firman tuhan dengan berdebat atau perdebatan tanpa ujung dengan membuat/menerangkan atau menjelaskan sesuatu sehingga secara berlebihan atau menambah-nambahi yang pada akhirnya tidak mencapai sasaran; jika tidak mencapai sasaran, berakhir dengan ‘dosa’

  1. Ayat 17 – 19

Pada ayat ini, Sesuatu cerita terutama yang berbau negatif atau menjurus kearah mistis, akan lebih menarik perhatian daripada cerita biasa maupun cerita yang banyak membawa pesan positif (nasehat-2); misalnya ada pemberitaan Firman yang mengambil contoh berbau gosip tentang Pdt muda dg janda muda di suatu pelayanan di daerah terpencil.

Bahkan cerita atau Firman yang diberitakan dengan berbagai bumbu yang menarik dan biasanya yang bikin menarik kalau isinya hal2 yang mustahil terjadi; misalnya: ada cerita dari suatu sekte tertentu yang percaya pada Yesus Kristus sebagai utusan Allah; katanya dulu sewaktu hidupnya Yesus Kristus  di dunia ini, IA berjalan tidak menapaki/menyentuh  bumi, seolah tidak menyatu dg bumi.

Jika cerita yg dilebih-2kan makin dibumbui, maka akan cepat menjalar bagaikan penyakit kanker, dan bisa berakibat yang fatal bagi yang mempercayainya;

Bagi yang percaya pada Yesus sebagai Juru selamat dan Tuhan, bisa memiliki rasa apatis; dan tidak perlu bekerja atau belajar untuk meningkatkan pengetahuannya supaya dapat menemukan penemuan ilmiah tertentu.

Jika didapatkan orang-2 yang salah dalam memahami karya Yesus Kristus di bumi ini, akan salah menafsirkan dan salah menerima berita firman Tuhan tentang kebangkitan orang mati; yang pada masa itu diberitakan “sudah berlangsung”.

Karena sudah berlangsung, lalu membuat orang itu mengabaikan norma bermasyarakat; bahkan suatu perbuatan yang jahat bisa dianggap benar; contohnya: membunuh demi membela agama;

Jikalau firman Tuhan mengatakan: supaya manusia meninggalkan kejahatan, maka firman itu mengajak manusia supaya membangun dirinya untuk selalu berbuat baik; bagi sesamanya dan baik untuk dirinya sendiri atau kebaikan orang itu dapat diterima secara umum.

  1. Ayat 20-23

Sepertinya akan membuat orang menjadi ragu-2, jika membaca firman Tuhan diatas, dimana khususnya Tuhan mengajak/memerintahkan kata-2 ini: “jauhilah nafsu orang muda”; menjauhi nafsu bukan berarti meniadakan nafsu, tapi mengendalikan nafsu sehingga sesuai dengan porsinya (proporsional); misal: kita akan mudah menemui orang yg masih muda itu mudah meletup kemarahannya oleh karena hal-2 sepele; atau keserakahannya ingin memiliki sesuatu sehingga terlibat perbuatan kejahatan.

Untuk mempertanggung jawabkan akhirnya harus diadili; tapi seseorang yg meskipun muda, kalau ia benar-2 memahami atau mengetahui firman Tuhan; bahwa ia harus bisa mengendalikan dirinya; maka orang muda ini akan hidup aman-2 saja, bahkan akan memberikan kedamaian bagi sesamanya; karena bisa menjadi contoh.

Lain lagi kalau orang muda senang menghamburkan nafsunya; kita ambil contoh: geng motor (dlm arti negative dan eksklusif); maka mereka cenderung merusak sesamanya atau lingkungan dan buah yg dipetik adalah cibiran, karena perilaku moral buruk yang telah ditunjukkan. (pada saat berkelompok merasa super, ingin diindahkan orang lain, tapi lupa diri)

4. Ayat 24-26

Pernahkah anda bertengkar ?; disaat dan dikondisi apapun? Jika kita membaca kata-2 “ (ayat 24-25); ternyata tugas sebagai hamba Tuhan sudah ada portalnya: pertama-2 adalah Tidak boleh bertengkar (berarti seorang hmba Tuhan harus benar-2 bisa mengendalikan emosi atau nafsu marah atau mengendalikan diri untuk tidak menguasai/mengekploitasi kemauan orang laen; bukan berarti lalu juga mengikuti keinginan orang lain, bahkan hrs cakap mengajar (berarti harus berani & bisa memberitakan firman Tuhan dengan bertanggung jawab;  dengan lemah lembut menuntun orang supaya bertobat, percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.; karena Firman Tuhan selalu sebagai: “pisu bermata dua”; yang diberitakan akan mengenai juga pada yang memberitakan atau yang memberitakan harus selalu introspeksi; supaya firman itu benar-benar nyata menimbulkan dampak kedamaian dan sejahtera untuk semua manusia.

kiranya Kristus memberkati

Amin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: