Posted by: herrybudiman | May 6, 2013

ANAK SECARA IMAN

ANAK SECARA IMAN

Nats ALKITAB : TITUS 1: 1-4

 

Penalahaan Alkitab,

1:1 Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita,

1:2 dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta,

1:3 dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita.

1:4 Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau.

 

 Prolog:

Surat Paulus kepada Titus merupakan salah satu dari surat-surat Paulus yang terdapat di dalam Perjanjian Baru. dan Titus (Kristen non Yahudi ) yang merupakan teman sekerja Paulus. Surat ini dikategorikan sebagai surat Pastoral, ditujukan kepada Titus (sebagai orang yang sangat setia, karena kesetiaannya, Paulus menaruh kepercayaan yang besar untuk Titus yang menjalankan tugas sebagai pelayan Firman dan secara garis besar surat ini berisi petunjuk-petunjuk untuk menjalani hidup yang baik sekaligus untuk menanggulangi ajaran sesat (anti Kristus), karena kehidupan masa itu diantaranya: hidup dalam kejahilan, tidak taat beribadah, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan (hidup dalam kejahatan dan kedengkian)

 

Ilustrasi:

  1. Perumpamaan:

Seorang anak perempuan muda yang sedang mempersiapkan  perkawinannya masuk dalam kehidupan suatu keluarga, dan ia meminta kepada keluarga itu untuk bertindak sebagai orang tuanya. Keluarga itu menerimanya dengan senng hati karena tahu orang tua dari anak perempuan itu, tinggalnya di tempat jauh. Kami ikut mempersiapkan perkawinannya dengan sebaik yang bisa kami lakukan. Kami memperlakukannya seolah ia anak kami sendiri. Setelah selesai, anak perempuan itu harus pergi bersama suaminya. Beberapa waktu lamanya hidup bersama, dan kami   turut bertanggung jawab atas perkawinannya dengan segala kesibukannya, dengan kepergiannya itu membuat rasa kehilangan yang besar, karena sebentar saja terjalinnya kekeluargaan itu terjadi.

2.    Pesan Alkitab:

a.   Paulus memperlakukan Titus sebagai anak sah menurut iman di dalam Yesus Kristus. Paulus tentulah tahu dengan baik bagaimana hubungannya dengan Titus sehingga ia dapat menyebutnya seperti itu.

b.   Hubungan Paulus dengan Titus adalah hubungan berdasarkan iman, dengan demikian hubungan Paulus dengan Titus sudah tentu tidaklah sama dengan hubungan antara orang tua yang dimintai tolong oleh anak perempuan itu. (seperti pada perumpamaan diatas).

c.   Suatu kenyataan kehidupan yang jauh melebihi kebutuhan seorang tua untuk mendampingi anak dalam perkawinannya dan hubungan Paulus dengan Titus adalah menyangkut iman, dan iman terkait dengan keselamatan seseorang.

d.   Tuhan selalu bersedia menerima manusia dengan segala keadaanya. Yang Tuhan butuhkan hanyalah kesediaan manusia untuk datang kepada–Nya dan menyapa Tuhan sebagai Bapa dan manusia memahami bahwa ia adalah anak-Nya.

e.   Keberanian kitalah yang sering menjadi penghambat bagi hubungan itu. Kita sering merasa tidak layak dihadapan Tuhan karena merasa sangat berdosa sekali. Padahal Tuhan tidak melihat kita seperti itu, dan Tuhan tidak balas dendam. (Maz 103 :10).

3.   Implikasi dari : Iman, Kebenaran dan  Pengharapan akan keselamatan.

a.   Iman (lih: Ibr. 11:1), dapat diberi pengertian sebagai “Tidak kuatir akan penderitaan dan tantangan hidup”.  Paulus menyadari bahwa tugas pelayanan yang diemban Titus bukanlah perkara yang mudah, mengingat sebagai pemimpin jemaat ia harus menghadapi berbagai ancaman dan menjaga kemurnian ajaran dan iman jemaat, agar nama Tuhan dipermuliakan. Supaya manusia tidak terjerumus pada ajaran sesat/menyesatkan (Gnosticsm, Arianism).

b.   Kebenaran itu ada di dalam Kristus, (Yoh.14:6) maka Injil harus terus-menerus diberitakan. Apa yang membuat Paulus tidak berhenti memberitakan Injil? Karena Injil adalah berita tentang kebenaran, dan pengharapan kepastian kehidupan kekal di dalam Kristus. Paulus menjelaskan, mengapa dirinya tetap terus bersemangat dalam memberitakan Injil, yakni karena Allah menyatakan kebenaran akan kehidupan kekal tersebut di dalam Injil (ay. 3).

c.   Pengharapan akan keselamatan Titus diharapkan untuk terus melihat pengharapan iman Kristen di dalam Kristus, yaitu kepastian hidup kekal atau keselamatan; seperti yang Paulus lakukan di tengah-tengah pelayanannya. (Kis 4:12).

 

Pertanyaan Diskusi:

1.   Menurut Saudara, apa yang disebut Anak secara Iman, dapatkah menjadi kenyataan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat, serta bagaimana mewujudkannya ?

2.   Kenapa Orang Kristen harus memberitakan Firman Tuhan sebagai kesaksian hidupnya ? (sebutkan alasannya dan berikan contohnya bersaksi, serta kutipkan ayat alkitabnya).

3.   Bagaimana seharusnya perilaku orang-orang Kristen dan nasehat apa yang harus diajarkan/diberitahukan dalam berpartisipasi didalam kehidupan bermasyarakat ? (berikan contoh ayatnya)

Selamat berdiskusi,

TUHAN YESUS KRISTUS memberkati

Amin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: